Sekjen PBB Terganggu Aksi Kekerasan yang Dilakukan Polisi Israel di Pemakaman Jurnalis Al Jazeera

Abu Akleh tewas tertembak kala meliput operasi militer Israel di Kota Jenin, Tepi Barat, Rabu (11/05/2022) lalu. Banyak warga Palestina yang rela hadir ke pemakaman jurnalis itu demi memberikan penghormatan

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres - Foto: @ picture-alliance/ZUMAPRESS/Xu Jinquan

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres mengaku, dirinya "sangat terganggu" oleh aksi kekerasan Israel terhadap warga Palestina selama prosesi pemakaman jurnalis veteran Al Jazeera, Shireen Abu Akleh.

"Sangat terganggu oleh konfrontasi antara pasukan keamanan Israel dan warga Palestina yang berkumpul di Rumah Sakit St Joseph, dan perilaku beberapa polisi yang hadir di tempat kejadian," kata Juru Bicara Guterres Farhan Haq, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (14/05/2022).

Haq mengatakan Guterres terus mendesak penghormatan terhadap hak asasi manusia yang mendasar, termasuk hak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi dan untuk berkumpul secara damai.

Polisi Israel menyerbu kerumunan pelayat yang mengibarkan bendera Palestina saat peti jenazah Abu Akleh meninggalkan rumah sakit St Joseph di Yerusalem timur, wilayah yang dicaplok Israel.

Dalam video siaran langsung yang diunggah oleh akun Twitter Al Jazeera @AJEnglish pada Jumat malam, tampak pasukan Israel memukuli sejumlah warga Palestina yang sedang mengangkat peti jenazah Abu Akleh.

"Pasukan pendudukan Israel menyerang warga Palestina saat pemakaman jurnalis Al Jazeera yang terbunuh," tulis unggahan akun tersebut.

Bahkan, Al Jazeera juga melaporkan bahwa tentara Israel menanyakan apakah warga yang hadir beragama Kristen atau Islam.

"Jika anda muslim, anda tidak boleh masuk," tambah unggahan yang sama.

Israel melarang bendera Palestina dikibarkan di depan umum dan secara rutin melakukan intervensi terhadap mereka yang mengaraknya saat demonstrasi atau pertemuan lainnya.

Polisi Israel mengklaim mereka telah memperingatkan orang-orang yang hadir dalam pemakaman itu untuk menghentikan lagu-lagu "nasionalistik". Para warga Palestina itu dipaksa untuk bertindak sebagai "perusuh yang kejam mencoba mengganggu jalannya pemakaman yang seharusnya."

Israel dan Palestina saling menyalahkan atas penembakan fatal Abu Akleh selama serangan Israel di Jenin pada Rabu (11/05/2022) lalu.

Tentara Israel mengklaim penyelidikan sementara tidak dapat menentukan siapa yang menembakkan peluru fatal itu. Mereka menuding tembakan nyasar Palestina atau tembakan penembak jitu Israel yang ditujukan pada militan adalah kemungkinan penyebabnya.

Sementara itu, Al Jazeera mengatakan Israel membunuh Abu Akleh "dengan sengaja" dan "dengan darah dingin".

Abu Akleh tewas tertembak kala meliput operasi militer Israel di Kota Jenin, Tepi Barat, Rabu (11/05/2022) lalu. Banyak warga Palestina yang rela hadir ke pemakaman jurnalis itu demi memberikan penghormatan.

Sejumlah saksi mata mengatakan Abu Akleh dibunuh oleh pasukan Israel. Tak hanya itu, video menunjukkan tembakan terus dilakukan saat jurnalis lain di tempat kejadian berupaya menolong Abu Akleh.

Sebagaimana diberitakan, Abu Akleh lahir di Yerusalem pada 1971. Ia lahir dalam keluarga Kristen Palestina yang berasal dari Bethlehem.