Bansos Presiden Dikubur di Depok, KSP Bilang Begini...!

Kepala Dinas Sosial Kota Depok Asloe'ah Madjri membenarkan temuan beras yang dikubur tersebut. Dia mengatakan barang yang ditimbun adalah bantuan presiden dari Kementerian Sosial

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Abraham Wirotomo - Foto: mnc

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Abraham Wirotomo mengatakan, pihaknya masih mencari informasi terkait temuan beras bantuan sosial (Bansos) Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditimbun di tanah di kawasan Depok, Jawa Barat, Minggu (31/07/2022).

"Ya kita masih terus mencari informasinya, baru tadi pagi rapat ini," kata Abraham, Senin (01/08/2022).

Lebih jauh Abraham mengatakan, pihaknya masih mendalami hal tersebut sehingga belum bisa menarik kesimpulan akhir atas temuan bansos presiden yang dikubur di Depok.

"Betul (masih dicari informasinya), belum berani langsung kesimpulan ya," kata dia.

Sebelumnya, warga Depok, Jawa Barat, dibuat heboh dengan temuan beras bansos Presiden Joko Widodo yang ditimbun di tanah di kawasan Kampung Serab, Sukmajaya.

Beras bantuan sosial itu mestinya diberikan kepada warga terdampak pandemi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.

Penimbunan beras itu terungkap usai ahli waris pemilik lahan melakukan penggalian dengan alat berat.

Dalam foto-foto yang beredar menunjukkan kondisi beras itu tampak sudah rusak. Beras itu kemungkinan telah ditimbun dalam waktu yang lama.

Kepala Dinas Sosial Kota Depok Asloe'ah Madjri membenarkan temuan beras yang dikubur tersebut. Dia mengatakan barang yang ditimbun adalah bantuan presiden dari Kementerian Sosial.

"Saya sudah terima kabar itu dari Polres," kata Madjri.

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir alias JNE selaku distributor bansos tersebut mengklaim tak ada pelanggaran prosedur yang dilakukan perusahaan.

Vice President JNE Eri Palgunadi berkata beras dikubur karena kondisinya sudah rusak atau tak layak konsumsi.

"Terkait dengan pemberitaan temuan beras bansos di Depok, tidak ada pelanggaran yang dilakukan, karena sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati dari kedua belah pihak," kata Eri dalam keterangan tertulis, Minggu (31/07/2022).