PAN DKI Sebut Anies Layak Nyapres, Siap Bangun Koalisi?

Anggota Komisi E itu juga memandang Anies dapat mewujudkan kondisi sosial ekonomi yang kondusif. Karena itulah, dia menganggap Anies menjalankan tugasnya dengan baik

Gubernur DKI Jakarrta, Anies Rasyid Baswedan Saat Memberikan Kuliah Umum The S.T. Lee Distinguished Lecture, pada Lee Kuan Yew School of Public Policy, di National University of Singapore - Foto: IG Anies Baswedan

Partai Amanat Nasional (PAN), DKI Jakarta menilai, Gubernur Anies Baswedan layak menjadi calon presiden (capres) 2024 mendatang. PAN menyebut, Anies merupakan salah satu kepala daerah yang terbilang berhasil.

"Pak Anies salah satu kepala daerah yang berhasil. Layak untuk nyapres," kata Sekretaris F-PAN DPRD DKI Jakarta, Oman Rakinda kepada wartawan, Sabtu (17/09/2022).

Oman menilai kinerja Anies selama memimpin Kota Jakarta terbilang baik. Hal ini, kata dia, dibuktikan dari terwujudnya integrasi transportasi, pembangunan DP nol hingga Jakarta International Stadion (JIS).

"Pembangunan JIS, keren itu. Rumah DP nol persen, integrasi transportasi dan lain-lain yang dapat penghargaan," ujarnya.

Anggota Komisi E itu juga memandang Anies dapat mewujudkan kondisi sosial ekonomi yang kondusif. Karena itulah, dia menganggap Anies menjalankan tugasnya dengan baik.

"Menurut kami kinerja Pa Anies bagus. Banyak yang dikerjakan," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Anies menyatakan siap maju menjadi calon presiden di Pilpres 2024 mendatang. Pernyataan Anies siap menjadi capres dimuat dalam artikel Reuters berjudul 'Popular governor of Indonesian capital 'prepared' to run for president'.

Anies juga bicara soal asumsi orang-orang terhadap apa yang akan dikerjakannya saat menjabat Gubernur DKI. Kini, setelah 5 tahun menjabat, Anies meminta agar dirinya dinilai dari kenyataan dan rekam jejak.

"Dulu, orang berasumsi tentang saya dan apa yang saya perjuangkan dan apa yang akan saya lakukan di kantor. Sekarang, saya telah menjabat selama 5 tahun, jadi nilailah saya berdasarkan kenyataan dan rekam jejak," kata Anies seperti dilansir Reuters, Jumat (16/09/2022).

Dalam artikel itu, Reuters turut mengulas soal posisi Anies sebagai gubernur satu kota terbesar di Asia Tenggara yang sering dianggap sebagai batu loncatan menuju kursi kepresidenan dengan memberi contoh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan Gubernur DKI dua tahun sebelum menang Pilpres 2014.

Kritik atas kemenangan Anies pada 2017 diraih saat ada kelompok-kelompok Islam melakukan agitasi selama berbulan-bulan terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok karena kasus penodaan agama. Anies saat itu dianggap tidak berbuat banyak untuk memperbaiki polarisasi yang terjadi. Namun, Anies menyatakan kebijakannya sebagai Gubernur DKI Jakarta telah 'mempersatukan rakyat Jakarta'.

Anies mengatakan dirinya siap menjadi capres jika ada partai yang mengusungnya. Anies juga menyinggung soal elektabilitas dari hasil survei yang disebutnya tidak diminta.

"Saya siap mencalonkan diri sebagai presiden jika sebuah partai mencalonkan saya," ujar Anies.

"Survei yang tidak diminta ini terjadi, bahkan sebelum saya berkampanye, saya pikir mereka memberi saya lebih banyak kredibilitas," sambung Anies.