DPR Sebut Banyak Masyarakat Menjerit Karena Kenaikan Harga STB

Tak bisa membeli perangkat untuk menonton siaran digital tersebut.

Ilustrasi

Anggota Komisi I DPR Junico BP Siahaan menyoroti melambungnya harga Set Top Box (STB) setelah kebijakan Analog Switch Off (ASO) diberlakukan.

Banyak masyarakat menjerit karena tak bisa membeli perangkat untuk menonton siaran digital tersebut.

"Dulu sebelum dimulai (ASO) harga murah, sekarang demam tinggi. Besok saya sampaikan mengenai jeritan masyarakat yang nggak bisa beli. Mereka ini nggak masuk keluarga prasejahtera," kata Nico Siahaan, sapaan akrabnya, Rabu (23/11/2022).

Menurutnya, pemerintah sebenarnya bisa membuat kebijakan seperti harga tes PCR saat Covid-19 merebak, yakni dengan menetapkan harga maksimum. Dengan begitu, harga STB bisa dijangkau semua lapisan masyarakat.

"Tinggal political will, kalau perlu ada tekanan ke Mendag (Menteri Perdagangan). Kami mendorong pemerintah mengatur mekanisme pasar STB," katanya.

Tingginya harga STB juga diakui para pedagang di LTC Glodok, Jakarta Pusat. Yuli, pedagang STB di lantai 2 mengatakan,kenaikan harga Set Top Box terjadi dari sebelum TV analog total dimatikan di wilayah Jabodetabek. Kenaikannya lebih dari 50%.

"Harga STB merek Piolinne saat ini dijual Rp230.000 dari harga Rp158.000," katanya.

Pedagang lain di lantai 2 LTC Glodok, Handoko mengungkapkan, harga STB merek Matrix saat ini Rp270.000 dari sebelumnya Rp175.000.

Kenaikan itu terjadi karena sempat terjadi kelangkaan sejak kebijakan ASO di wilayah Jabodetabek diumumkan. "Waktu pengumuman (TV Analog dimatikan) barang sempat langka, dari sananya udah naik," katanya.