Warga Mulai Plesiran, Jumlah Penumpang Pesawat Naik 38,68 Persen di Maret 2021

Apabila dilihat secara kumulatif selama Januari–Maret 2021, jumlah penumpang domestik sebanyak 6,9 juta orang. Jumlah tersebut turun 58,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ilustrasi

Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada Maret 2021 sebanyak 2,6 juta orang. Jumlah tersebut naik 38,68 persen dibanding Februari 2021.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan kenaikan juga terjadi pada jumlah penumpang tujuan luar negeri atau internasional. 

"Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 24,46 persen menjadi 40,7 ribu orang," ujar dia dalam konferensi video, dikutip Selasa, 4 April 2021.

Apabila dilihat secara kumulatif selama Januari–Maret 2021, jumlah penumpang domestik sebanyak 6,9 juta orang. Jumlah tersebut turun 58,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Begitu pula jumlah penumpang internasional sebanyak 124,4 ribu orang atau turun 96,31 persen dibanding tahun 2020.

Selanjutnya, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Maret 2021 tercatat 1,3 juta orang atau naik 6,57 persen dibanding Februari 2021. Jumlah barang yang diangkut naik 4,46 persen menjadi 27,0 juta ton.

Adapun selama Januari–Maret 2021, jumlah penumpang mencapai 3,7 juta orang atau turun 38,90 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2020. Sedangkan, jumlah barang yang diangkut naik 4,96 persen atau mencapai 78,5 juta.

Berikutnya, Setianto dikutip tempo mengatakan jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Maret 2021 sebanyak 14,3 juta orang atau naik 24,44 persen dibanding Februari 2021.

Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami peningkatan 15,71 persen menjadi 4,1 juta ton.

Selama Januari–Maret 2021, BPS mencatat jumlah penumpang mencapai 37,7 juta orang atau turun 58,08 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api turun 10,40 persen menjadi 11,7 juta ton.