Satgas Nemangkawi Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian Genosida Warga Papua di Facebook

Harun melalui akun Facebook Enago Womaki pada 20 April 2021 lalu, menuding Pemerintah Indonesia memandang rendah orang Papua.

Satgas Nemangkawi tangkap pelaku ujaran kebencian. (foto: istimewa)

Harun Gobai (32), pengunggah ujaran kebencian di media sosial Facebook ditangkap Satgas siber Ops Nemangkawi di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, pada Rabu (6/5/2021) pukul 21.15 WIT. Dalam penangkapan itu, petugas mengamakkan sebuah ponsel Samsung milik pelaku.

Harun melalui akun Facebook Enago Womaki pada 20 April 2021 lalu, menuding Pemerintah Indonesia memandang rendah orang Papua. Bahkan ia menuding pemerintah ingin menghilangkan Orang Asli Papua (OAP) dari Bumi Cendrawasih.

Tidak hanya itu, di tahun sebelumnya 26 Juli 2020, Harun Gobai juga mencuitkan tentang pemerintah memberikan Otonomi Khusus (Otsus) karena tak mampu selesaikan kasus pelanggaran HAM di Papua.

Tindakan ini pun berbuah sanksi atas pelanggaran tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana tertuang dalam pasal 45 a ayat (2) jo pasal 28 ayat 2 UU No 19 thn 2016 tentang perubahan UU no 11 thn 2008.

Yang berbunyi "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang di tunjukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku,ras,dan antar golongan (SARA)."

Kasatgas Humas Nemangkawi, Kombespol Iqbal Al Qudussy pun mengaku prihatin dengan penangkapan warga tersebut. Ia mengimbau agar bijak dalam menggunakan media sosial.

"Bijaklah dalam bermain media sosial, mari berfikir positif dalam bingkai NKRI. Satgas Nemangkawi akan menegakkan hukum terhadap akun provokasi," katanya.

Pelaku pun diamankan ke Polres Mimika untuk dimintai keterangan. Selain itu akan dilakukan pemeriksaan Digital Forensik terhadap barang bukti, lalu berkoordikasi dengan saksi ahli.

"Polri akan terus melakukan penegakan hukum terhadap akun akun provokasi yang menimbulkan kebencian, permusuhan berdasarkan SARA, saat ini tersangka ke Polres Mimika untuk dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan Digital Forensik terhadap barang bukt dan Berkoordinasi dengan Pengacara tersangka serta para ahli."