Tindaklanjuti Temuan Hotman Paris, Bareskrim Polri Usut Dugaan Kartel Kremasi Jenazah!

Hotman Paris melalui akun Instagram-nya mengungkap korban dipatok tarif senilai Rp80 juta untuk biaya kremasi, padahal sebelum pandemi COVID-19 hanya sekitar Rp7 juta saja

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyelidiki dan mendalami kasus yang ramai menjadi perbincangan publik terkait dugaan praktik kartel kremasi yang mematok tarif gila-gilaan. 

Agus Andrianto sekaligus juga meminta agar masyarakat, segara melapor ke pihak kepolisian jika menjadi korban kasus tersebut.

"Sedang kita lidik ya, kalau memang ada korbannya, monggo silakan (melaporkan)," ujar Agus dalam keterangannya, Rabu (21/07/2021).

Hanya saja Agus Andrianto belum mau membeberkan lebih lanjut mengenai temuan-temuan terkait dengan kasus ini. Namun demikian, pihaknya pasti bakal mendalami segala pelanggaran hukum terkait dengan penanganan Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 di Indonesia. 

Karena itu bagi masyarakat yang merasa menjadi korban kartel kremasi jenazah untuk melaporkan diri ke pihak berwajib.

"Mari kita bergandengan tangan untuk membantu meringankan beban dari masyarakat dari tindakan oknum yang mencari keuntungan di tengah pandemi COVID-19," kata Agus Andrianto. 

Diketahui isu kartel kremasi tengah menjadi masyarakat di jagad di media sosial. Bahkan pengacara, Hotman Paris melalui akun Instagram-nya mengungkap korban dipatok tarif senilai Rp80 juta untuk biaya kremasi, padahal sebelum pandemi COVID-19 hanya sekitar Rp7 juta saja.

"Ada warga yang mengadu, untuk biaya peti jenazah itu Rp 25 juta, transportasi Rp 7,5 juta, biaya kremasi Rp 45 juta, dan lain-lain itu Rp 2,5 juta. Maka jika ditotal, korban ini harus bayar Rp 80 juta hanya untuk kremasi," ujar Hotman dalam akun @hotmanparisofficial, Selasa (20/07/2021).