Mantan Mendag Jokowi Sebut PPKM Level 4 Justru Beri Pelonggaran Dunia Usaha, Perekonomian RI Bakal Pulih Cepat

Pemerintah akhirnya menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat menjadi level 4. Kondisi ini membuat pelaku usaha semakin sulit bergerak. Benarkah?

Mantan Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel

Menurut mantan Menteri Perdagangan yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPR, Rachmat Gobel, dunia usaha justru diberi kelonggaran dengan {PKM level 4. "Kepercayaan pasar sampai saat ini masih cukup tinggi, pada gilirannya akan membangkitkan perekonomian nasional di tengah pandemi covid-19," kata Gobel, dikutip dari medcom, Rabu (21/7/2021).

Menurut politikus Partai NasDem yang dekat dengan Surya Paloh ini, dampak PPKM level 4 bisa dilihat dari sisi positif dan negatif. Kalau dari perspektif negatif, penerapan PPKM bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi. "Dari perspektif positif dan optimistik, PPKM justru bisa menumbuhkan kepercayaan pasar terhadap berbagai kebijakan dan upaya pemerintah menurunkan kasus covid-19," ungkap dia.

Gobel menilai, PPKM level 4 upaya menyelesaikan masalah kesehatan dan perekonomian secara bersamaan. Namun, dia meminta implementasi kebijakan ini dilakukan dengan baik dan konsisten. Jika tidak, kondisi sektor kesehatan dan perekonomian semakin buruk. "Bayangkan jika tak ada PPKM darurat, maka orang yang terpapar virus korona diprediksi makin membludak. Jangan sampai infrastruktur kita kolaps,” tegas legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Gorontalo ini.

Pemerintah disarankan memperkuat Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk meminimalkan dampak PPKM level 4 terhadap perekonomian masyarakat. Program ini harus dilakukan untuk menjaga keberlangsungan ekonomi mikro. “Jika kita menjaga agar yang besar jangan runtuh, maka yang mikro tidak boleh roboh. Mereka ini lokal investor," ucapnya.

Gobel menyarankan, sistem jemput bola perlu diterapkan dalam menyalurkan bantuan. Salah satunya, melibatkan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). "Jadi perlu pendekatan korporasi terhadap mereka. Karena mereka sebenarnya korporasi juga," ujar Gobel.