Gubernur DIY Hadiri Webinar Sekolah Sespimma Polri Angkatan 66

Sri Sultan berpendapat bahwa pandemi ini adalah problem bersama, tidak hanya Pemerintah Daerah tapi juga masyarakat itu sendiri

Sri Sultan Hamengkubuwono - Antara

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, hadir sebagai nara sumber pada acara Webinar Sekolah Sespimma Polri Angkatan ke-66 TA 2021 didampingi Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji, dan Kepala BAPPEDA DIY Beny Suharsono di Gedhong Pracimasono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (18/10) pagi.

Pendidikkan Sespimma Polri bertujuan untuk menghasilkan alumni yang memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan oganisasi tingkat pertama Polri yang nantinya akan diproyeksikan sebagai pemimpin terdepan dan staf pemimpin Satker Polri yang professional dan berintegritas dalam menerapkan manajemen operasional pembinaan dan terampil mengambil keputusan yang cepat dan tepat. 

Acara yang digelar secara virtual oleh Sespimma Sespim Lemdiklat Polri ini mengangkat tema Transformasi Kepemimpinan Tingkat Pertama yang Presisi Guna Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Unggul Dalam Rangka Menanggulangi Covid-19 dan Meningkatkan Perekonomian Daerah yang dibuka oleh Kasespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Drs. Rokhmad Sunanto, MM.

Judul hari ini merupakan wujud dari harapan pimpinan Polri dalam mendukung Pemerintah untuk mempercepat pencapaian Herd Immunity menuju endemi dan peningkatan perekonomian tingkat daerah yang juga selaras dengan tema besar pendidikkan Sespimma Polri TA 2021.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada kesempatan tersebut memaparkan materi mengenai Upaya Penanggulangan Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sri Sultan menyampaikan bahwa, dari kejadian adanya pandemi Covid-19, langkah utama yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah DIY adalah mengunci pandemi di level kelurahan/kalurahan.

Dalam hal ini, sebagai alat kontrol, Pemerintah berkonsolidasi dengan Kelurahan meminta agar setiap warga desa baik yang akan keluar maupun masuk ke desa di wilayah Yogyakarta untuk singgah selama 14 hari. Disamping itu, warga disarankan datang ke Puskesmas apabila mereka merasa sakit. Pemberian vitamin C, D, E, zinc, dan madu juga diberikan oleh Pemerintah kepada warga yang sakit untuk meningkatkan imunitas tubuh. Mengingat pada saat itu belum ada obat untuk Covid-19.

Kontrol ini ternyata sangat efektif karena dilakukan oleh warga masyarakat itu sendiri, sehingga relatif pada waktu itu OTG maupun orang yang terkena sakit relatif rendah.

Dalam proses melaksanakan kebijakan yang dilakukan dengan koordinasi Pemerintah Pusat, Pemda DIY melakukan pendekatan dengan pihak-pihak lain dalam arti untuk membangun jaringan, diantaranya berdialog dengan pihak kampus. Hal ini dilakukan untuk mencari solusi dan penanganan penderita Covid-19. bagaimana mengkonsolidasikan potensi yang ada agar penderita dapat ditangani sebaik-baiknya.

Selain itu, hal lain yang dilakukan oleh Pemda DIY dalam rangka upaya penanggulangan Covid-19 di DIY adalah menjaga bagaimana ekonomi di Yogyakarta tumbuh. Dalam aspek ekonomi, Pemda DIY tetap melaksanakan program-program yang dianggap strategis dan melakukan Re-Focusing dan Re-Alokasi anggaran.

Selain membangun jaringan dengan pihak Kampus, Pemerintah juga membangun jaringan dengan para pelaku wisata diantaranya asosiasi hotel, mall, tempat wisata, rumah makan dan sebagainya. Dalam hal ini, pemerintah memberi keleluasaan kepada asosiasi-asosiasi ini untuk menentukan kebijakan SOP berdasarkan kesepakatan diantara mereka. Hal ini dianggap efektif karena mereka sendiri yang mengetahui detailnya. Bagi Sri Sultan ini merupakan pengalaman yang luar biasa.

Sri Sultan berpendapat bahwa pandemi ini adalah problem bersama, tidak hanya Pemerintah Daerah tapi juga masyarakat itu sendiri. “Pendapat saya, masyarakat tidak menjadi objek kebijakan Pemerintah Daerah tapi bagaimana kelompok masyarakat dan sebagainya ini bisa menjadi bagian dari subjek masyarakat yang ikut berperan dalam upaya untuk mengatasi secara bersama, sehingga mereka tidak merasa hanya menjadi korban, jangan sampai itu terjadi,” ungkap Sri Sultan.

Selain itu, upaya yang dilakukan oleh Pemda DIY dalam rangka memulihkan pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta adalah dengan membangun beragam kreativitas aplikasi salah satu contoh, SiBakul. SiBAkul memberi pengaruh yang sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta, lebih dari empat ribu pengusaha kecil maupun UMKM menggunakan fasilitas SiBakul untuk menjual produknya.

“Pada Tahun 2020 kami minus 0,56 persen. Kuartal pertama tahun 2021 itu tumbuh 7,65 persen tapi di kuartal kedua ini justru tumbuh lebih besar yaitu 11,8 persen. Semoga saja kami bisa mempertahankan kondisi seperti ini,” harap Sri Sultan.

Diakhir sambutannya, Sri Sultan berharap semoga pandemi teurs menurun khususnya di Jawa Bali. Dan berharap agar masyarakat tidak lengah, tertib tetap melaksanakan protokol kesehatan karena pandemi ini belum selesai.

Turut hadir sebagai narasumber dalam acara ini, Menko Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan, Kapolda Jabar Ahmad Dofiri, Wakalemdiklat Polri Luki Hermawan, para pejabat utama Sespim Lemdiklat Polri, peserta, dan tamu undangan via zoom.