SKK Migas: Pengeboran Sumur Pengembangan Capai 318 Titik per September

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan jumlah pengeboran sumur pengembangan hulu migas telah mencapai 318 titik sampai September 2021.

Ilustrasi

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan jumlah pengeboran sumur pengembangan hulu migas telah mencapai 318 titik sampai September 2021.
 
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan kegiatan untuk meningkatkan cadangan migas tersebut diklaim lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

"Jumlah pengeboran sumur pengembangan ini bisa mencapai yang tertinggi dalam kurung waktu lima tahun terakhir. Hingga September 2021 telah dilakukan pengeboran 318 sumur dan outlook sampai akhir tahun 538 sumur," ujarnya dalam konferensi pers virtual yang dipantau di Jakarta, Selasa (19/10).

Pada 2016 jumlah pengeboran sumur tercatat sebanyak 227 titik, lalu turun menjadi 200 titik pada 2017, kemudian meningkat menjadi 278 titik pada 2018.

Selanjutnya jumlah pengeboran sumur pengembangan meningkat hingga 322 titik pada 2019, lalu menurun menjadi 240 titik akibat pandemi COVID-19 pada 2020, kemudian meningkat kembali sebanyak 318 titik hingga kuartal III 2021.

"Pengeboran  sumur pengembangan menjadi jantung dari kegiatan yang nantinya menghasilkan produksi lifting," ujar Dwi dikutip Antara.

"Sesungguhnya pada 2021 ini kita sudah bisa kembali ke track pertumbuhan jumlah sumur yang dibor setelah tahun lalu mengalami penurunan akibat COVID-19," ujarnya.

Hingga kuartal III 2021 produksi minyak nasional mencapai 662,4 ribu barel per hari (MBOPD) atau sebesar 93,9 persen dari target APBN sebanyak 705 MBOPD.

Sementara itu angka penyaluran minyak tercatat sebesar 661,1 MBOPD atau sebesar 93,8 persen, angka penyaluran gas bumi sebanyak 5.481 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau sebesar 97,2 persen dari target tahun ini sebesar 5.638 MMSCFD.

SKK Migas mencatat ada beberapa penemuan sumur eksplorasi selama sembilan bulan terakhir dengan rincian 12 sumur selesai dan sembilan sumur discovery dengan rasio keberhasilan sebesar 75 persen.

Penemuan besar pengeboran eksplorasi ada di Hidayah-1 dengan 87 juta barel minyak ekuivalen (MMBOE), Maha-2 sebesar 0,5 TCF, dan Singa Laut-2 sebesar 0,2 TCF.

Total sumber daya yang dihasilkan dari penemuan besar pengeboran sumur eksplorasi tersebut sekitar 179 MMBOE.