Dukung Pembelajaran Tatap Muka, Polda Jambi Terus Gencarkan Vaksinasi Anak

Vaksinasi bisa didapatkan baik di sekolah ataupun di fasilitas kesehatan terdekat seperti rumah sakit, puskesmas, klinik kesehatan ataupun pos pelayanan kesehatan lainnya

Wali murid mendampingi anaknya saat mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun dari tenaga kesehatan di SDN 212 Kota Baru, Jambi, Selasa (11/1/2022). Foto: Antara

Polda Jambi terus gencarkan vaksinasi anak sejak dikeluarkannya SE Kemenkes RI Nomor : HK.01.07/MENKES/6688/2021 tentang pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi anak pada 14 Desember 2021.

Kapolda Jambi, Irjen Pol. Albertus Rachmad Wibowo melalui Kabid Humas Kombes Pol. Mulia Prianto, menyatakan bahwa vaksinasi anak telah dilaksanakan secara serentak melalui peluncuran “Vaksinasi Merdeka Anak” oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dilaksanakan di Jakarta Pusat pada Rabu (5/01/2022). 

Dalam acara tersebut Kapolri menyampaikan bahwa percepatan vaksinasi terhadap anak digelar sebagaimana tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo yang ingin anak-anak Indonesia segera mendapat perlindungan dari ancaman virus COVID-19. 

Lebih lanjut Kabid Humas menambahkan persyaratan untuk anak yang ingin mendapatkan vaksin adalah anak berusia 6-11 Tahun, menunjukkan NIK dengan membawa KK, kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan tidak mendapatkan vaksin lain kurang dari 2 (dua) minggu sebelumnya. 

"Vaksinasi bisa didapatkan baik di sekolah ataupun di fasilitas kesehatan terdekat seperti rumah sakit, puskesmas, klinik kesehatan ataupun pos pelayanan kesehatan lainnya” jelasnya.

Vaksinasi anak yang diberikan adalah jenis vaksin Coronavac/Sinovac, yang bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap Covid-19, mengurangi resiko penularan serta mengurangi dampak berat dari virus Covid-19.

Alur dari pelaksanaan vaksinasi anak yaitu pertama dimulai dari kedatangan anak yang di dampingi orang tua kemudian menghadap ke petugas Pra-Registrasi, anak memberikan KK dan petugas akan menginputnya. 

Setelah data terverifikasi, anak dibawa ke petugas kesehatan untuk melakukan skrinning dan penyuntikan. Dan tahap terakhir akan dilakukan pencatatan dan observasi selama 15 menit untuk memastikan tidak ada efek samping yang fatal terjadi.

Ditambahkan oleh Kabid Humas, Vaksinasi anak yang sudah dilaksanakan hingga saat ini telah membawa dampak yang siginifikan untuk percepatan vaksin di Provinsi Jambi. Kapolda Jambi beserta jajaran hingga kini masih terus aktif terjun langsung memantau pelaksanaan vaksinasi anak di sekolah-sekolah yang ada di Provinsi Jambi. 

"Dihimbau untuk orangtua yang anaknya belum divaksin agar segera melakukan vaksinasi demi mendukung terlaksananya pembelajaran tatap muka di sekolah”, ujarnya.