Bantu Pemerintah, Polri Siap Jaga Stabilitas Keamanan Dalam Negeri

Penegakan hukum, dan perlindungan pengayom masyarakat.

Seminar Polri

Polri siap membantu mewujudkan stabilitas keamanan dalam negeri guna mengawal program-program pemerintah yang dipimpin Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo dan Wakil Presiden RI, Prof. Dr. (HC.) K. H. Ma'ruf Amin.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Wakapolri, Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono saat acara Seminar Sekolah Sespimti Dikreg ke-31 dan Sespimen Dikreg ke 62 TA 2022 di Gedung The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (21/09/22).

“Polri sebagai pengemban fungsi pemerintahan di bidang keamanan dalam kondisi siap, berkomitmen penuh dalam situasi internal yang sangat solid serta bersinergi kuat untuk mewujudkan stabilitas keamanan," terang Jenderal Bintang Tiga.

Komjen Pol. Gatot Eddy Pramono mengatakan Polri membutuhkan legitimasi dan kepercayaan publik untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dalam kamtibmas, penegakkan hukum, dan perlindungan pengayom masyarakat.

Wakapolri mengklaim kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang menyeret sejumlah perwira polisi telah diusut tuntas.

"Dibuka apa adanya, tidak ada ditutupi, dan transparan ke publik sebagaimana arahan dari Bapak Presiden Indonesia,” tegas lulusan Akabri tahun 1988.

memastikan semua tersebut merupakan sejalan dengan menuju program transparansi Polri yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan (Presisi).

Mantan Kapolda Metro Jaya tersebut mengatakan hasil survei, beberapa waktu lalu menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 70 persen sebagai lembaga hukum.

"Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi Polri untuk melaksanakan tugas pokok dengan semakin profesional serta menjawab tuntutan publik, sehingga dapat terus meningkatkan kepercayaan publik kepada Polri," tutur Komjen Pol. Gator Eddy Prabowo.

Menurut Jenderal Bintang Tiga bahwa, untuk menggaet kepercayaan publik membutuhkan integritas kepemimpinan dan reformasi budaya organisasi.

Sebab integritas kepimpinan merupakan indikator kuat mereformasi budaya organisasi.

"Sehingga, seluruh anggota polisi dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Reformasi budaya harus dimulai dari kepalanya baru menjalar ke ekornya," tutup Wakapolri.